MAKNA RIBA

MAKNA RIBA

Utang yang diberikan dengan syarat si peminjam bersedia membayarnya lebih dari apa yang telah diterimanya. (Syekh Waliyullah Dahlawi)


Jika seseorang menjual barangnya pada orang lain untuk jangka waktu tertentu dan sampai batas waktu yang ditentukan si pembeli tidak dapat membayarnya, lalu si penjual memberikan perpanjangan waktu dengan tambahan pembayaran (Qatadah)

RIBA MENURUT AL QUR’AN

Al Qur’an :

–        QS Luqman (31) : 34

–        QS Al Imran (3) : 130


–        QS Ar-Ruum (30) : 39

–        QS Al Baqarah (2) : 283

RIBA MENURUT HADIST

Diriwayatkan oleh Abu Said Al Khudri pada suatu ketika Bilal membawa barni (sejenis kurma berkualitas baik) ke hadapan Rasulullah SAW dan beliau bertanya kepadanya “Dari mana engkau mendapatkannya” Bilal menjawab “Saya mempunyai sejumlah kurma dari jenis yang paling rendah mutunya dan menukarkannya dua sha’ untuk satu sha’ kurma jenis barni untuk dimakan oleh Rasulullah SAW”, selepas itu Rasulullah SAW terus berkata “Hati-hati ! Hati-hati ! Ini sesengguhnya riba, ini sesungguhnya riba. Jangan berbuat begini, tetapi jika kami membeli (kurma yang mutunya lebih tinggi) juallah kurma yang mutunya rendah untuk mendapatkan uang dan kemudian gunakanlah uang tersebut untuk membeli kurma yang bermutu tinggi itu (HR Bukhari no 2145, kitab Al Wakalah)

Jabir berkata bahwa Rasulullah SAW mengutuk orang yang menerima riba, orang yang membayarnya dan orang yang mencatatnya, dan dua orang saksinya, kemudian beliau bersabda “Mereka itu semua sama” (H.R. Muslim no 2995, Al Masaqqah)

RIBA DALAM BIBBLE (AL KITAB)

  • Kitab Ulangan (Perjanjian Lama)

–        Janganlah engkau membungakan kepada saudaramu, baik uang maupun bahan makanan, atau apapun yang dapat dibungakan” (Pasal 23 ayat 19)

  • Injil Lukas (Perjanjian Baru)

–        “Dan jikalau kamu meminjamkan sesuatu kepada orang yang kamu berharap akan menerima sesuatu daripadanya, apakah jasamu? “ (Pasal 6 ayat 3-4)

–        “…… Tetapi berbuat baiklah, kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu ini akan besar…….” (Pasal 35)

HUKUM RIBA

Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan tinggalkan Sisa Riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman.    (QS. Al Baqarah (2):278)

Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan Sisa Riba) maka ketahuilah bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan Riba) , maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.(QS. Al Baqarah (2):279)

Lembaga Riset Al Azhar Muktamar II – 1965

  • Bunga atas semua macam pinjaman, baik pinjaman konsumtif, maupun pinjaman produktif, adalah riba yang diharamkan, karena teks-teks al Qur’an secara tegas mengharamkan bunga atas kedua macam pinjaman tersebut.
  • Riba, baik sedikit maupun banyak, adalah haram, sesuai dengan pemahaman yang benar terhadap firman Allah SWT : “Hai orang yang beriman janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda”.
  • Memberikan pinjaman dengan riba adalah haram. Alasan perlu atau darurat, tidak dapat menghalalkannya. Begitu pula meminjam dengan riba haram juga. Dosa meminjam dengan riba tidak lenyap, kecuali dalam keadaan darurat. Masing-masing, diberi hak sesuai dengan ketaatannya kepada agama, untuk menilai kedaruratannya.

PERBEDAAN BUNGA DENGAN BAGI HASIL

~ by mohabi on September 15, 2010.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s