Teorema Norton

Teorema Norton menyatakan bahwa setiap rangkaian dengan sumber-sumber dan impedansi-impedansi dapat dig anti dengan satu sumber arus dan satu impedansi parallel dengan sumber arus itu. Dimana sumber arus sama dengan arus yang melalui jepitan-jepitan dari rangkaian dalam hubung singkat dan impedansi itu sana dengan impedansiyang diukur antara jepitan-jepitan terbuka dari rangkaian dengan semua sumber dalam rangkaian tidak bekerja, yaitu sumber tegangan di hubung singkat dan sumber arus sebagai rangkaian terbuka.

Untuk membuat rangkaian pengganti tersebut, maka terdapat dua aturan yang digunakan untuk mencati tegangan dan hambatan pengganti.

Aturan I         : arus pengganti adalah arus yang terdapat pada titik-titik yang dikehendaki dengan beban di anggap sebagai rangkaian tertutup (close circuit)

Aturan II        : hambatan pengganti adalah hambatan yang terjadi pada titik-titik  rangkaian dengan sumber tegangan/arus dianggap sebagai rangkaian tertutup (close circuit).

Secara skematis teorema thevenin dapat di gambarkan dengan diagram blok pada gambar 6.1 berikut ini :

3

~ by mohabi on January 2, 2009.

2 Responses to “Teorema Norton”

  1. penjelasan’e kq ribet yo.. Terlalu teoritis mas..
    Mngkin lebih baik klo di kasih contoh soal’e langsung..

  2. kyone mase r mudeng,,r sembodo karo fotone

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s